Minggu, 14 Februari 2016

Cerita Rakyat Roro Jonggrang Dongeng Candi Prambanan Bahasa Inggris




Cerita Rakyat Roro Jonggrang Dongeng Candi Prambanan

 

Long ago, in the village of Prambanan, there was a kingdom led by King Baka. She has a very beautiful princess named Roro Jongrang.
Once, Prambanan defeated by Pengging Kingdom led by Bondowoso. King Baka killed on the battlefield. He was killed by Bondowoso who sangatb magic.
Bondowoso then occupy the Palace of Prambanan. Seeing the daughter of King Baka's beautiful that Roro Jongrang, raised his desire to marry Roro Jongrang.
Jonggrang know that Bondowoso is the man who killed his father. Therefore, he sought a reason to reject it. Then, he proposed requirement made 1,000 temples and two wells inside. Everything should be completed overnight.

Bondowoso undertakes Jonggrang requirements. He asked for help to his father and deploy troops spirits to help him on any given day. At four in the morning, just five temples unfinished and the two wells almost completed.
Knowing 1,000 temples have been almost completed, Jonggrang fear.
"What should I do to stop it?" He thought anxiously imagine he must accept the proposal Bondowoso who had killed his parents.
Finally, he went to wake the girls in the village of Prambanan and ordered to turn torches and burn the straw, banging pestle in a mortar, and showered flowers are fragrant. The atmosphere was becoming bright and boisterous. Radiating red tinge in the sky immediately.
The rooster was crowing blared. Hearing the sound of it, the spirits immediately left the job. They thought it was already morning and the sun will soon rise. At the time it was just a one of a temple that has not been made.

Bondowoso very surprised and angry realizing his efforts had failed. In his anger, Bandung Bondowoso cursed Jonggrang be a statue to complete an unfinished temples.
Jonggrang stone statue placed inside a large temple hall. Until now, the temple called the Temple Jonggrang. Meanwhile, the temples in the vicinity called the Candi Sewu (Thousand Temples) although the amount has not yet reached 1,000.

Cerita Rakyat Asal Usul Banyuwangi Dongeng Jatim Bahasa Inggris



Dongeng Cerita Rakyat Asal Usul Banyuwangi

Once upon a time, there was a kingdom led by King Banterang. He ruled justly and wisely. At one point, King Banterang go hunting with several bodyguards. Suddenly, he saw a deer darting past him in the woods. King Banterang pursuit of the deer, so apart from the guards.
On the edge of a river, Rajeh stop. He was very surprised how quickly deer ran away. Suddenly, a beautiful girl approached him.
"Who are you? Do you keeper of this forest? "Asked King Banterang.
"My name is Surati, my lord. My father is the king of the Kingdom of Klungkung. I'm here as they fled from the pursuing enemy. My father had been killed in the war to defend the kingdom, "the girl said.
King Baterang felt pity. He brought her to the palace. Not long after, they were married.
One day, when King Banterang was away hunting, a man in rags came Surati. The man is the older brother of Surati named Rupaksa.
"Surati, did you know that your husband is the one who killed our father? We must work together to take revenge, "said Rupaksa.
Write to resist the desire of his brother, "No brother. I am indebted to King Banterang. He has saved me. I do not want to help you to kill her. "

Rupaksa kept forcing his sister, but Surati remains unwilling to do so. The man was very angry with his brother. Before going to leave her sister, she let go of the headband and gave it to Surati.
"Keep it as a souvenir from me. Place it under your bed, "said Rupaksa.
Banterang king who was hunting in the woods not knowing the incident. In the woods, she met a man in rags who walked up to him.
"Tuanku Raja Banterang. Her Majesty is currently in danger. There are currently plans to kill the king, the wife of his excellency and the suruhannya. "
King Banterang very surprised, "What is the evidence that my wife betrayed?"
° Now go back to the castle lord. Look for a headband that is located under the bed Paduka wife. It is the property of the man's wife messengers Excellency asked to kill Her Majesty. "
Initially, King Banterang not believe what they had just heard. Arriving at the palace, he was searching for a headband that said the person.
Sure enough, he found a headband under the bed Surati. King Banterang mad not to play to his wife.
"It was rightly said that man! You were planning to kill me! This proves it! "Said King Baterang to his wife.
"Kanda, I do not understand what you mean?"
King Baterang tells how a man dressed dog-eared and tattered meet him in the woods. Sent a letter saying that it was his brother who called Rupaksa. He tells what he wants Rupaksa to her husband. However, King Banterang not believe it.
"Kanda, I never meant treason. I'm willing to sacrifice anything for your salvation. Please believe me! "Said Surat '.
King Banterang already ignited emotions. He still did not trust her. Write to run to the edge of the falls and the King Banterang followed.
"Kanda, under a flowing river gorge. I will turn themselves into the waterfall. If the water becomes clear and smelling, then I'm not guilty! However, if the river water is transformed into a murky, foul-smelling, then I'm guilty! "
Write to then turn themselves into the waterfall. Soon the river water looks clear and remove the smell very fragrant. Seeing it Banterang King soon realized that his wife was innocent.
"I'm sorry my wife. Turns out you're innocent, "King said Banterang. However, he never found her. Write to disappear suddenly. He was very apologetic. However, regret does not mean anymore.
Since then, the place is called Banyuwangi. In the Java language, "banyu" means "water" and "fragrance" means fragrant.

Rabu, 10 Februari 2016

Sebuah Cinta

Atas Nama Cinta
Ada banyak misteri dalam hidup ini. Salah satunya adalah bagaimana cara cinta membuka ruang hati. Dan bagaimana hati bergerak menghampiri cinta.
Pada saat berdzikir dipagi hari, saat kita melantunkan ayat – ayat suci setelah shalat subuh atau saat kita menikmati kicauan burung dipagi hari, merasakan desiran angin yang mengusik dedaunan, kita akan merasakan ada harmoni tasbih alam yang begitu lembut hadir merambat ke dalam lubuk hati. Dan pada saat – saat itu, kita akan merasakan lebur yang indah bersama dengan yang maha menciptakan, yang maha indah.
Salah satu yang hadir bersama cinta dan memperkuat cinta dan kekaguman ini muncul ketika kita mendapatkan yang dicintai memiliki kelebihan. Pada kasus perempuan – perempuan ini dimasa Nabi Yusuf as. Diungkapkan dalam Al Qur’an “akbarnahu faqatha’na aidiyahunna” (QS.Yusuf : 31), mereka sangat mengagumi ketampanan Nabi Yusuf as. Dan (karena kekaguman itu) mereka melukai tangan mereka sendiri. Bahkan karena kekaguman itu, si pecinta tak merasakan penderitaannya.
Ketika kita diajak untuk sampai pada kecintaan yang sempurna kepada Allah SWT, maka Dia akan menghantarkan kita pada perenungan akan keagunganNya dan pada kesempurnaanNya. Kesadaran akan kebaikan yang Allah SWT berikan kepada kita. Akan melahirkan kekaguman dan pengagungan serta kecintaan kepadaNya. Cinta inilah yang menjadi hakikat keimanan. ...Adapun orang – orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah...” (QS. Al Baqarah : 165).
Cinta kepada pasangan hidup, cinta kepada anak – anak cinta kepada sesama muslim, cinta kepada perjuangan bagi kebenaran dan keadilan dan cinta kepada yang maha mencintai, yang dengan mencintaiNya semuanya akan terasa indah karena “my mercy encompasses all thing...” Kasih sayangku meliputi segala sesuatu.. (QS. Al A’Raaf : 156).
Paulo Coelho, seorang novelis spirituals asal Brazil pun menuliskan dalam bukunya The Alchemist, “when you are in love, things make even more sense...”. Ketika kita sedang dilanda cinta, segala sesuatu menjadi lebih menyentuh perasaan.
Jadi, diantara cara kita memelihara cinta kepada Alah SWT adalah dengan memelihara kekaguman kita kepadaNya. Caranya, dengan mengingat dan merenungkan nikmat – nikmat dan kebesaran serta keagungan Allah SWT. Pada pengingatan itu akan muncul getar – getar rindu untuk ingin selalu ‘bertemu’ (berkhalwat) denganNya. Seringnya kita mengucapkan hal – hal yang dikagumi pada yang kita cintai, akan membuka rahmat dan keberkahan dariNya.
Wallahu’alam bisshowab.

Rabu, 03 Februari 2016

Pendidikan Nasional

 Kalau kita bicara tentang Pendidikan Nasional, bayangan kita langsung tertuju kepada bapak guru pertama Pendidikan yaitu bapak almarhum Dr. Ki Hajar Dewantoro. Beliau merupakan pelopor Pendidikan bagi putra putri bangsa Indonesia, beliau pula sebagai pendobrak kebodohan dan kejahilan, menuju kejalan yang terang benderang.

Kalau kita ingat akan tokoh Pendidikan Nasional bapak Ki Hajar Dewantoro, kita juga ingat akan dasar-dasar / konsep-konsep bagi seorang pendidik terhadap murid-muridnya. Menurut beliau konsep-konsep dasar seorang pendidik atau pemimpin adalah sebagai berikut:

ING NGARSO SUNG TULODO
ING MADYO MANGUN KARSO
TUT WURI HANDAYANI

Maksudnya ING NGARSO SUNG TULODO, yaitu seseorang pemimpin hendaknya sikap dan tingkah lakunya menjadi panutan bagi bawahannya atau yang dipimpinnya. Kalau dalam istilah Al-Qur'an adalah USWATUN HASANATUN. Sedangkan seorang yang patut dijadikan tauladan ialah Nabi Muhammad saw.

Sedang maksudnya ING MADYO MANGUN KARSO, yaitu seorang pemimpin hendaknya dapat menimbulkan semangat dalam bekerja dan berkarya. Jangan malah sebaliknya seorang pemimpin menjadi pengendor dan penggembos bagi rakyat bawahanya.

Dan TUT WURI HANDAYANI maksudnya ialah seorang pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab atas perbuatannya.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Pendidikan bagi suatu bangsa yang sedang berkembang atau yang sedang maju, adalah merupakan suatu hal yang sangat mendasar, karena hal itu menyangkut masalah kualitas suatu bangsa. Sebab, dengan pendidikan berarti suatu bangsa itu telah mempersiapkan generasi-generasi bangsa siap pakai, sanggup meneruskan cita-cita bangsa Indonesia yang telah dirintis oleh bapak-bapak pendahulu kita, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Senin, 01 Februari 2016

Naskah Drama Bandung Lautan Api


Bandung Lautan 

 Bandung 1946
Pada tanggal 24 Maret ‘46 terjadi peristiwa yang sangat mendebarkan di Bandung yaitu yang berpuncak pada suatu malam mencekam, saat penduduk melarikan diri, mengungsi, di tengah kobaran api dan tembakan musuh. Sebuah kisah tentang harapan, keberanian dan kasih sayang dan terjadi dalam waktu tujuh jam, sekitar 200 ribu penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka.. Sebuah cerita dari para pejuang kita.


Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kedatangan para pasukan tentara sekutu dan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pada 17 Oktober ’45 Read More..!!!